Kalau saya tanya ke kamu sekarang: kamu sedang lagi probation dalam hal apa?
Mungkin jawabannya pekerjaan baru. Mungkin relationship yang baru mulai serius. Mungkin bisnis sampingan yang baru dicoba. Mungkin kota baru. Mungkin identitas baru — orang tua pertama kali, orang yang baru saja kehilangan pekerjaan dan mencari arah, orang yang akhirnya memutuskan keluar dari zona nyaman setelah bertahun-tahun.
Hampir selalu ada sesuatu yang sedang dicoba.
Dan di semua itu, ada satu perasaan yang sama: ragu-ragu.
Di tahun 2019, waktu saya menulis Lagi Probation, banyak hal di hidup saya yang sedang berada di fase ketidakpastian sekaligus. Konten Instagram yang baru saya mulai serius. Pekerjaan baru. Anak pertama yang baru lahir. Dan buku pertama yang sedang saya kerjakan.
Semuanya terasa seperti ujian yang belum ada kepastiannya.
Tapi belakangan saya sadar, “lagi probation” itu bukan keadaan yang aneh. Itu keadaan yang akan terus berulang, di fase-fase berbeda sepanjang hidup.
Kata “probation” dalam konteks kerja punya dua sisi yang sering dilupakan.
Biasanya kita hanya ingat satu sisi: perusahaan sedang menguji kamu.
Tapi ada sisi lainnya: kamu juga sedang menguji perusahaan.
Kamu sedang melihat apakah budaya kerjanya cocok. Apakah atasan langsungmu bisa diajak bekerja dengan baik. Apakah ritme dan ekspektasinya sesuai dengan cara kamu bekerja. Apakah ada ruang untuk berkembang, atau kamu akan stagnan.
Dua penilaian terjadi sekaligus. Dan keduanya valid.
Saya rasa, ini berlaku juga di luar konteks kerja.
Setiap kali kamu memulai sesuatu yang baru — hubungan, kota, hobi, fase hidup — ada periode di mana kamu dan situasi itu saling menilai. Kamu belum tahu persis hasilnya. Situasi itu juga belum sepenuhnya menunjukkan wajah aslinya.
Itu adalah masa probation.
Dan cara paling produktif untuk menghadapinya bukan dengan mencoba mempercepat kepastian — tapi dengan masuk ke dalamnya dengan mata terbuka.
Ada dua respons umum terhadap ketidakpastian, dan keduanya sama-sama bisa menjebak.
Yang pertama: menunggu. Menunggu sampai semua kondisi sempurna sebelum berani mencoba. Menunggu sampai CV-nya lebih kuat. Menunggu sampai kondisi keuangan lebih stabil. Menunggu sampai ada jaminan tidak akan gagal. Kondisi sempurna itu tidak akan pernah datang, dan sementara itu kamu tidak bergerak ke mana-mana.
Yang kedua: gaspol. Mencoba terlalu cepat mengetahui apakah ini berhasil atau tidak. Panik ketika hasilnya tidak segera terlihat. Menyerah sebelum fase probation benar-benar selesai.
Di antara dua itu, ada cara ketiga: jalani perlahan dengan sadar, dan beri proses itu waktu yang wajar.
Satu hal yang saya pelajari dari bertahun-tahun mencoba hal-hal baru dan tidak semuanya berhasil:
Kamu tidak pernah benar-benar tahu di muka apakah sesuatu akan cocok atau tidak. Kamu hanya tahu setelah mencoba.
Melakukan kesalahan bukanlah kelemahan dalam pengambilan keputusan. Itu sifat dasar dari semua hal yang baru dan berharga — tidak ada yang bisa diketahui dengan pasti sebelum dicoba.
Di sisi lain, “lagi probation” bukan berarti kamu harus bertahan di mana saja selamanya.
Kamu bukan pohon. Kalau setelah periode yang wajar kamu tahu bahwa ini tidak cocok — pekerjaan ini, kota ini, hubungan ini, arah ini — kamu punya hak untuk memilih ulang. Bukan dengan tergesa-gesa, bukan dengan impulsif, tapi dengan kejujuran terhadap diri sendiri tentang apa yang benar-benar kamu inginkan.
Salah satu hal yang saya sesali dari diri saya yang lebih muda adalah terlalu lama bertahan di situasi yang sudah jelas tidak cocok, karena takut dianggap tidak konsisten atau tidak serius. Padahal konsistensi yang baik bukan soal tidak pernah berhenti — tapi soal berhenti untuk alasan yang tepat dan melangkah ke arah yang lebih jelas.
Lagi Probation bukan cuma tentang melamar kerja. Karena ketidakpastian tidak akan hilang, dan ada di mana-mana. Di setiap musim apapun. Semakin banyak hal yang ingin kamu coba, semakin sering kamu akan berada di zona probation.
Dan kalau kamu bisa sampai di titik di mana rasa tidak pasti itu tidak lagi terasa sebagai ancaman — tapi sebagai tanda bahwa kamu sedang mencoba sesuatu yang baru dan berharga — maka kamu sudah punya keunggulan yang jarang orang miliki.
Kalau boleh saya tanya: sekarang, kamu sedang lagi probation dalam hal apa?
Ceritain di kolom komentar, atau DM saya di Instagram @srl789.
Artikel ini terinspirasi dari pengantar dan keseluruhan tema buku Lagi Probation (2020).